.
Castle in The Air adalah film yang menarik dan lucu. Karena saya adalah orang yang menggemari petualangan, saya sangat senang bahwa film ini dipenuhi oleh kejutan serta petualangan dan pengalaman yang asyik. Saat saya pertama kali menonton film ini, saya sudah terbawa di dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh sang pengarang.
Nah ini ada beberapa pendapat saya
lagi tentang masalah dan penyelesaiannya. Menurut saya, ketika ada satu konflik
yang selesai, satu langsung menyusul lagi. Konsep penyelesaian konflik ini
cukup membuat para penonton “berdebar-debar” karena begitu banyak masalah. Si
pengarang membuat situasi cerita makin “kusut” saat di tengah-tengah cerita.
Karena itu, dari sisi pandang saya, tokoh-tokoh yang dibuat pengarang
kebanyakan sifatnya aktif dan lincah.
Di bagaian cerita saat si robot
berusaha menyelamatkan tokoh Shiita, ia mengorbankan nyawanya untuk
menyelamatkan si putri itu. Bagain itu membuat para tokoh sedih, dan tidak
menyangka bahwa si robot akan mati. Akhir ceritanya juga agak ironis. Bangunan
yang mengelilingi kastil Laputa itu runtuh, padahal kan sayang, bangunan itu
canggih dan sudah bertahan lama. Tetapi yang penting, tokoh utama dan yang
terakhir tetap selamat.
Untuk penokohan, tidak ada masalah.
Saya mengerti semua sifat karakter dengan jelas. Sang pengarang menggambarkan
penampilan setiap tokoh sesuai latar belakangnya- darimana ia datang, apakah
dia miskin atau kaya, memiliki pengetahuan yang luas atau tidak, dll.
Tokoh favorit saya yang pertama di
film ini adalah Pazu. Dia adalah seorang anak yang tidak memiliki orangtua
lagi. Ayahnya yang suka berpetualang pernah melihat kastil Laputa yang di
langit. Pazu bertekad untuk menemukan kastil itu untuk membuktikan bahwa itu
nyata, bukan dongeng. Dia bekerja di sebuah tambang dan tinggal di sebuah bukit
kecil di kota yang cukup sepi, kalau dibilang. Dia sudah akrab dengan
orang-orang yang tinggal di sekitarnya.Pazu adalah tokoh yang ceria, aktif,
lincah, suka tersenyum, menghibur dan menolong orang lain. Menurut saya tokoh
seperti ini selalu membuat film makin ramai dan enak ditonton.
Tokoh yang selanjutnya yang saya
terkagum-kagum, itu adalah Dola. Aku tahu ini aneh, tapi ini kenyataannya.
Yah…awalnya saat melihat dia, yang terlintas di pikiran saya adalah pejuang
perang atau penjelajah, tepatnya perampok atau bajak laut. Karakter ini secara
fisik menakutkan, dan kasar. Dari cara berbicaranya saja ia terlihat sangat
laki-laki. Tetapi jika kita lama-lama perhatikan dia, dia adalah seseorang yang
penyayang dan peduli sesama, khususnya untuk Shiita. Efek Dola pada film ini
adalah menambah petualangan dan suasana gaduh, tetapi mengasyikkan.
Robot yang awalnya berasal dari
Laputa memiliki karakter manusia. Saya sangat senang bahwa ia memiliki karakter
seorang pahlawan. Ia tidak hanya bersikap seperti robot, yang membuat para
penonton bosan dan tidak tertarik. Ide ini bagus ditiru jika anda membuat
cerita yang menggunakan robot di dalamnya.
Tokoh yang memberikan “rasa tenang”
untuk penonton adalah Shiita. Dialah sang tokoh utama. Karakternya lemah
lembut, penyayang dan sabar.Ia seperti seorang ibu. Ia cantik serta agak
misterius, mengingat pertama kalinya Pazu bertemu dengan dia dan menangkapnya.
Shiita adalah gadis yang pemberani juga, serta agak nekad dalam melakukan
tindakan. Sifatnya yang seperti ini menumbuhkan rasa kasih sayang ibu dari
penonton kepada dia karena karakternya yang seperti itu.
Itulah pendapat saya tentang film
“Castle in the Sky”. Semoga anda menikmati komentar yang saya tulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar